Undanganmu Sendiri

Simbah (bahasa jawa=kakek/nenek) pernah berkata seperti berikut, Le (thole = bahasa jawa yang berarti anak), kalo kamu mau buat undangan menikah, buatlah itu seperti niat dan kehendakmu sendiri, kamu mau menikah untuk apa dan bagaimana? Salurkanlah energimu di sana (undangan), wong itu kan acara-acaramu sendiri toh.” Ucapan Simbah itu memang bagaikan magnet yang kemudian menarik semua ide yang ada untuk membuat undangan menikah waktu itu. Para pembuat dan desainer undangan cetak pun pasti akan bertanya kepada pemesan undangan menikah, “Konsepnya apa?”, “Warnanya yang dipake apa?”, dll, dan jikalau yang ditanya kebingungan akan diberikan contoh-contoh undangan menikah yang pernah dibuatnya. Jika saja orang yang hendak memesan undangan menikah tersebut punya Simbah seperti di atas, pasti waktu memesan undangan menikah dia akan bilang, “Mas, bisa buat undangan menikah dengan konsep kamasutra ngak?”. Ilustrasi di atas hanya bagi mereka yang kebingungan membuat undangan menikah saja. Mungkin karena banyak pikiran seperti menentukan tanggal, pesan tempat, belum lagi katering, undangan untuk berapa orang, dan sebagainya. Sehingga untuk mbuat undangan saja kebingungan. Namun jangan lupa, menikah merupakan momen seumur hidup sekali (harapannya) maka buatlah undangan menikah yang menarik, meriah, merupakan ide sendiri dan sebisa mungkin tidak memerlukan biaya yang banyak. Namun tetap membuat banyak orang untuk datang mendoakan. Begitu bukan?

wide-cover.gif

  • Share/Bookmark