Hargaku Mana

putri.gif“Pangeranku…..bolehkan aku mohon sesuatu untuk rencana pernikahan kita?” tanya Putri Raja.
“Silahkan putri, dengan senang hati selalu aku dengarkan keinginan mu”, sambut sang Pangeran.
“Undangan pernikahan kita, …..andai dari batu giok yang diukir oleh pemahat ternama, atau dari tembaga yang ditempa, atau dari kain sutera ditulis dengan canting bak membatik kain. Maksud hati sekalian buat tanda mata buat sanak dan kerabat”, papar sang Putri, memberi penjelasan.
“Bunga bunga rampai …..dimana kita dapatkan barang seperti itu di jaman sekarang ini Putri. Seniman idealis surut. Lalu butuh waktu berapa lama pula?” …..sambil menepis gusar Pangeran menjawab.
“Maaf deh pangeran, …..mmm …..kalo pake kertas hologram Pangeran?, kan otentik, ndak palsu. Kertas daur ulang sudah pernah kan untuk undangan Saudaraku. Itu pun kalo Pangeran berkenan…..”, lanjut Putri melengkapi keinginannya.
“Kamu benar benar otentik Putri. Keinginanmu tidak sulit untuk aku penuhi, kala kita hidup satu abad yang lalu.”, puji Pangeran.

pangeran.gifDengan hati-hati Pangeran berilustrasi, karena belum terbiasa dalam dunia barunya, “Denyut realita selalu penuh warna dan irama. Kita ditakdirkan hidup pada saat hampir segalanya cepat, harus efektip dan efisien kata orang orang yang merasa modern, bersamaan dengan semua yang putri inginkan tadi sudah menjadi barang mahal dan semakin langka. Mungkin manusia yang hidup di bumi sudah semakin bertambah banyak, kebutuhan dan keinginan selalu sama atau bergiliran sama. Hingga wahana informasi konon menjadi tema sentral banyak orang yang ingin mengemasnya demi prestis dan gengsi barangkali”…..(hening).

“Eeehm….. Pangeran”, sergah Putri dalam keheningan “Aku jadi ingat wahana yang melewati jarak dan waktu dalam kedipan mata bisa sampai, kala kita menyampaikan informasi, tanpa hilang makna, etika, seni, dan prestisnya…..tadi Pangeran sebut efektif serta efisien kata orang yang merasa modern. Lalu bagaimana dengan yang merasa postmodern?”

“Kamu benar otentik Bidadariku, Bungarampaiku”. Tak henti-henti Pangeran berucap…..

[Dari Kota Atas Semarang - Sony W.A. 04/08]

  • Share/Bookmark

Seperti Ini Rasanya…

05_center_top.gif

Ternyata seperti ini rasanya. Kenapa ndak dari kemarin aja kita mewujudkan keinginan melaksanakan akad nikah. Kalimat standar yang seolah harus muncul dalam expresi dari pasangan mempelai yang baru beberapa menit di syah-kan sebagai pasangan suami istri, dan tampaknya akan terus membidik calon pasangan berikutnya yang akan melalui momentum itu.“Kenapa ya, muncul rasa sepertu itu? Padahal beberapa menit yang lalu sebelum prosesi akad dan waktu panjang sebelumnya, banyak hal yang berat jika dipikir dengan akal dan logika kita”, papar pengantin laki-laki…..

Pagi yang penuh ketenangan dan harapan turut menyongsong hati kedua calon pasangan suami istri ,meskipun gemuruh dalam hati insan manusia ini tak dapat disirnakan. Gugup, senang, bangga, was was, bercampur dalam bungkus kepasrahan. Terlebih saat tangan calon mempelai laki dijabat,…..dan…..Saya terima nikah nya Agoestina Widyastoeti binti….., dengan mas kawin…..tunai. Sederet niat dan kalimat pamungkas yang disampaikan Indang Padli untuk mengakhiri kagundahan diri.

Dari depan ditegaskan dengan suara…..Sah…????…..Saahh…..dan bersamaan saling menyambut jawaban kata yang sama dari para hadirin yang hadir menyaksikan momentum prosesi akad nikah , sabtu 22 Maret 2008 di Masjid Agung.

Dan mereka telah mewujudkan niat untuk hidup bersama dalam suka dan duka, untuk saling belajar dan memberi…..dan kapal mulai berlayar…..Doa dan Harapan senantiasa menyertai waktu yang akan dilalui mereka berdua, Amin.

Tasyakur resepsi atas telah diberikan momentum pernikahan Indang-Enno (Tina) dan keluarga besar dari keduanya dilaksanakan keesokan hari, penuh dengan rasa syukur dan lega terpancar dari wajah kedua orang tua mempelai.

Keluarga, saudara, kerabat, dan tamu undangan meluangkan waktu untuk menyemarakkan resepsi, mengucapkan selamat secara langsung kepada pengantin dengan expresi jamak. Lalu Stoppp…..photo dulu pak,…..bu,…..mas,…..teteh,…..om,…..

Alhamdulillah,…..selamat pak, bu, mbak, mas.

05_center_bottom.gif

[Dikirim oleh : Sony W.A. a/n teman-teman]

  • Share/Bookmark

Album Foto – Pernikahan Indang Fadli & Agoestina Widiastoeti

Pernikahan Indang Fadli & Agoestina Widiastoeti terlaksana sudah. Walaupun undangan nikah yang tersebar agak terlambat, namun acara pernikahan itu sendiri berjalan dengan lancar dan sukses. Berikut adalah album foto pernikahan Indang Fadli & Agoestina Widiastoeti yang dikirimkan kepada undanganmenikah.com. Akhirnya nikah juga ya nyeng.

dscf4713.JPG dscf4712.JPG dscf4717.JPG dscf4719.JPG dscf4720.JPG dscf4743.JPG dscf4759.JPG dscf4765.JPG Ijab Kabul dscf4776.JPG dscf4781.JPG dscf4782.JPG dscf4793.JPG dscf4798.JPG dscf4812.JPG dscf4815.JPG dscf4956.JPG dscf4912.JPG dscf4926.JPG

  • Share/Bookmark