Ular-Ular
Saat kita dan calon pasangan hidup kita sepakat mengikrarkan tali kasih mulia, hingga sepakat membuka pintu pernikahan, hampir semua hal tuk sambut hari bahagia, bisa diwujudkan dengan beragam nuansa. Adakah yang tertinggal ? Rasanya sudah semua siap, jika kita telusur satu demi satu, mengingat hari itu adalah momen penting dalam perjalanan hidup insan manusia. Masih adakah yang kurang !
Apa yang mesti kita periksa lagi ?
Wong semua telah kita serahkan kepada yang berpengalaman dan profesional. Kita percayakan undanganmenikah, buah tangan (souvenir), gaun pengantin kepada desainer dan seniman pengrajin termashur. Mas kawin senilai kapal pesiar, tempat pernikahan dan menu kuliner yang mewah nan exclusive. Panitia pelaksana acara pernikahan yang berpengalaman membidani seremonial kerajaan, dan pernakpernik lain yang senada pun telah dipersiapkan. Rasanya semua siap, tidak ada terlewat.

Siapa bisa mencuri hati sejati dari kedua calon pengantin ?
Perlu samakah tawar menawar diantara kita berdua dalam menatap momentum pergantian status, perubahan lingkungan diri, transisi kepentingan, elaborasi budaya dan prinsip dalam menjalani masa depan bersama, dan masih ada sekian ‘gerbong’ yang harus dibawa melintasi jalan didepan mereka. Siapa bisa mencuri hati sejati dari kedua calon pengantin ?
![]()
Ketulusan dua hati
yang hampir ‘disatukan’ itu lah,
Sejatinya lebih utama dari aneka ragam yang tampak
oleh indra dan akal kita
dalam memasuki pintu pernikahaan



