TENDA PENGANTIN MERESTUI
Beragam suasana kini ditawarkan untuk mengiring resepsi pernikahan nan spesial. Nuansa pun dapat disajikan dengan instan ketika kita ingin lebih memunculkan suasana, tema dan budaya yang menaungi mempelai, alih alih ingin dipersepsikan serta mengajak handai taulan turut berpetualang…
Dalam hutan belantara nan hijau dan rindang, menyebrang samudra luas dengan suasana ombak laut yang menderu, melayang terbang bebas di angkasa tuk meraih bintang tata surya kita, bisa pula kita diajak menyusuri tempat peninggalan bersejarah, atau bersama merasakan keluguan nan mempesona dari warna warni kemasan yang disajikan juru kemas acara resepsi pernikahan………..
Semua ingin ikut menyemarakan kedatangan mempelai baru di langit kehidupan pernikahan yang indah, lebih nyata, dan karena separuhnya adalah tercapainya tujuan hidup manusia terlampaui ( red. : harus memahami arti hidup lho…)…… apa sih…..
K E B A H A G I A A N
CINTA, dan
KEHENINGAN
yang harus melekat pada diri kita manusia nan abadi…..
Gubbbraaakkkkk……………………….Ning… nong…..ning…nong…ning…
Biarkan kini ragam kreasi para tenda pengantin dan kuliner yang ikut merestui juga menyaksikan serangkain langkah dan momentum perjalan para mempelai yang mengikrarkan diri tuk berpasangan, tuk menambah derajat kebahagaian sejatinya…………………………………….
Ning… nong….ning…..nong…..ning……nong….ning…..Emmm…..Guungggggggg



njadi ornamen yang sangat familiar di setiap hajatan pengaten, pernikahan, di berbagai sudut negeri kita. Sebagai wujud lestarikan budaya dan ornamen penghias prosesi pernikahan, ternyata, tersirat makna dari seni lipat daun kelapa ini.


“Pangeranku…..bolehkan aku mohon sesuatu untuk rencana pernikahan kita?” tanya Putri Raja.
Dengan hati-hati Pangeran berilustrasi, karena belum terbiasa dalam dunia barunya, “Denyut realita selalu penuh warna dan irama. Kita ditakdirkan hidup pada saat hampir segalanya cepat, harus efektip dan efisien kata orang orang yang merasa modern, bersamaan dengan semua yang putri inginkan tadi sudah menjadi barang mahal dan semakin langka. Mungkin manusia yang hidup di bumi sudah semakin bertambah banyak, kebutuhan dan keinginan selalu sama atau bergiliran sama. Hingga wahana informasi konon menjadi tema sentral banyak orang yang ingin mengemasnya demi prestis dan gengsi barangkali”…..(hening).


